Anna Sulisetiawati

Bismillah ... Atas nama Tuhan yang Maha Pemurah Terima kasih atas ilmu yang tercurah Semoga melalui media ini ilmu makin terasah...

Selengkapnya

PERUNDUNGAN BERUJUNG DUKA

Tantangan hari ke-22

Marak terjadi berbagai perundungan anak yang tak hanya di dunia pendidikan, namun juga sering terjadi di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Sesalpun terulang saat perundungan masih banyak terjadi terutama di dunia pendidikan. Sekolah sebagai tempat yang seharusnya anak mendapatkan kenyamanan saat belajar dan bermain, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Baru-baru ini perundungan terjadi di sebuah sekolah menengah dimana korban perundungan harus sampai diamputasi salah satu jari tangannya bahkan ada juga korban yang putus asa hingga memilih melompat dari lantai 4 di sekolah. Korban perundungan hampir rata dari berbagai usia, demikian pula dari pelaku perundungan yang seolah tak henti karut marut perundungan selalu terjadi dan menimbulkan efek berantai saat ini dan di masa mendatang.

Muncul tanya mengapa sampai terjadi perundungan? Menurut sejumlah artikel sebenarnya pelaku perundungan merupakan anak yang memiliki masalah dalam kepercayaan diri sehingga selalu mencari teman atau orang lain yang tak berdaya untuk menjadi bahan pelampiasannya. Pelaku perundungan umumnya mempunyai masalah psikologis seperti mudah putus asa, emosi tak terkendali, ingin menguasai orang lain, dan menonjolkan kekerasan dengan berbagai cara dan situasi.

Sementara penyebab dari seseorang menjadi korban perundungan diantaranya: penampilan fisik yang berbeda, anak dengan ras minoritas, orientasi seksual yang berbeda, anak terlihat lemah, dan memiliki sedikit teman. Korban perundungan pastinya akan menimbulkan beberapa efek seperti: stres atau cemas, timbul pemikiran untuk bunuh diri, mengalami masalah di sekolah.

Lantas bagaimana mencegah agar tak terjadi perundungan? Perundungan menjadi masalah serius yang perlu segera diselesaikan karena dapat berdampak jangka panjang baik untuk korban dan juga pelaku. Beberapa solusi untuk mengatasi perundungan sebagai berikut: ceritakan pada orang dewasa yang dapat dipercaya, abaikan pelaku dan jauhi, tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri, bicara pada pelaku bahwa yang dilakukan pelaku bukan hal yang baik, dan bantu teman yang menjadi korban.

Lalu bagaimana peran orang tua atau guru sebagai orang dewasa untuk menghindarkan anak dari berbagai jenis perundungan? Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak, perhatian dan kedekatan orang tua sangat memengaruhi keberhasilan anak dalam mencapai apa yang dicita-citakan. Orang tua merupakan pemberi motivasi terbesar bagi anak, sehingga diharapkan orang tua dapat memberikan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya kepada anak. Kedekatan (bonding) antara orang tua dan anak memiliki makna dan peran yang sangat penting dalam setiap aspek kehidupan keluarga.

Agar perundungan tak lagi terjadi dan berujung duka, hendaknya guru memiliki hubungan kedekatan yang erat dengan anak sehingga peran guru sebagai pendidik, pelatih, pembimbing, serta model dan teladan dapat memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak di sekolah serta menanamkan nilai dan norma yang dibutuhkan anak untuk membentuk kepribadian yang baik di lingkungan sekolah.

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Wow,paparan luar biasa, yang sering terjadi pada anak. Sukses selalu dan barakallahu fiik

05 Feb
Balas

bunda guru saya yang luar biasa pula. makasi bundaaa

06 Feb
search