Anna Sulisetiawati

Bismillah ... Atas nama Tuhan yang Maha Pemurah Terima kasih atas ilmu yang tercurah Semoga melalui media ini ilmu makin terasah...

Selengkapnya

EMAK JUARA

Tantangan hari ke-17

Siang ini penulis kedatangan tamu seorang wali murid yang datang secara khusus ke sekolah walau tanpa undangan dari pihak sekolah. Adapun kedatangan beliau membuat penulis terharu sekaligus tertegun. Bagaimana tidak, beliau bercerita tentang kegalalan sang anak meraih juara dalam sebuah kompetensi. Karena tak biasanya sang anak tersebut tidak berhasil meraih juara walau tidak selalu menjadi juara satu. Setidaknya runner up atau juara harapan selalu bisa didapat.

Sudah menjadi rahasia umum di sekolah kami bahwa sang anak memiliki kemampuan di atas rata-rata. Berbagai bimbingan belajar diikuti hingga sang putri berhasil meraih prestasi pada beberapa olimpiade nasional maupun internasional. Seakan tanpa lelah sang bunda mengantar dan terus memompa semangat sang putri agar tak mudah lelah dan tak lekas menyerah mengikuti bimbingan dan berbagai lomba-lomba. Luar biasa anak dan bunda ini.

Wajar saja jika sang bunda menginginkan prestasi optimal bagi putrinya agar potensi yang ada bisa tersalur dengan maksimal. Sungguh terharu kami para guru dibuatnya, apalagi dengan pengakuan sang bunda yang sampai meminta maaf kepada pihak sekolah atas kegagalan sang putri dalam menorehkan prestasi.

Kami kuatkan hati sang bunda dengan motivasi untuk terus berusaha tanpa putus asa. Namun jauh di lubuk hati yang paling dalam terkadang kami para guru kasihan kepada sang anak. Seolah tak ada waktu bermain dan berkumpul dengan teman sebaya. Sang anak sibuk dengan beragam bimbingan belajar dan olimpiade yang harus diikuti dengan jadwal padat tanpa henti. Entah apa yang menjadi tujuan akhir dari sang bunda. Apapun itu semoga akan menjadi tujuan terbaik untuk sang anak.

Tiba-tiba penulis teringat pada emak yang telah lama tiada. Emak yang sederhana dan memahami kondisi tiap anak-anaknya. Emak tak pernah meminta apalagi memaksa kami untuk meraih prestasi yang luar biasa. Emak merasa cukup dengan semua nilai ataupun prestasi yang berhasil diraih oleh anak-anaknya. Emak juga tak pernah membandingkan prestasi kami dengan prestasi yang telah diraih oleh anak-anak yang lain. Emak hanya berpesan agar kami selalu jujur dalam menjalani hidup.

Bahkan pernah saat adik penulis sakit keras akibat belajar terlalu keras, emak langsung melarang kami untuk belajar terlalu keras apalagi sampai jatuh sakit. Emakpun pernah bilang bahwa pernah terjadi seseorang yang belajar terlalu serius lalu menjadi gila dan masuk rumah sakit jiwa. Emak tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi pada anak-anaknya.

Sejatinya apapun yang diharapkan orang tua pastilah yang terbaik bagi anak-anaknya, meskipun tujuan yang ingin dicapai berbeda dan cara yang digunakan juga beragam. Penulis yakin bahwa semua emak, atau bunda akan bangga bila sang anak menjadi juara apalagi meraih predikat juara satu. Pasti membuncah rasa bangga didada sang bunda. Emakpun begitu, namun bagi emak, anak-anaknya belajar dengan baik dan nyaman serta berani tampil dengan baik di hadapan orang lain sudah menjadi suatu kebanggaan. Buat penulis, emak adalah juara sebenarnya. Juara yang memberikan contoh bagaimana hidup berkarakter mulia.

#TantanganGurusiana

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

search